Kamis, 26 Maret 2015

E-GOVERMENT



E-GOVERMENT


Definisi (Word Bank) :

adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah (seperti Wide Artea Network, internet dan mobile computing) yang memungkinkan pemerintah untuk mentransformasikan hubungan dengan masyarakat, dunia bisnis dan pihak yang berkepentingan.

Tujuan e-Government

1.     Pemanfaatan informasi adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan kepribadian bangsa serta kesatuan dan persatuan.
2.     Meningkatkan kualitas di bidang TI dan telekomunikasi
3.     Membangun komunikasi antara pusat dan daerah dalam mendukung pembangunan secara timabal balik.

Manfaat e-government

1.     Memperbaiki kualitas pelayanan publik sebuah kinerja pemerintahan, terutama dalam hal efektivitas dan efisiensi berbagai bidang kehidupan bernegara.
2.     Meningkatkan transparansi, kontrol serta akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka penerapan konsep Good Governance dan clean government
3.     Mengurangi secara signifikan total biaya administrasi, relasi dan interaksi yang dikeluarkan pemerintah untuk aktivitas sehari-hari
4.     Memberikan peluang pemerintah untuk mendapatkan sumber-sumber pendapatan baru melalui interaksi dengan pihak-pihak yang berkepentingan.
5.     Menciptakan suatu lingkungan masyarakat baru yang dapat secara cepa dan tepat menjawab berbagai permasalahan publik maupun global
6.     Memberdayakan masyarakat sebagai mitra pemerintah dalam proses pengambilan kebijakan publik yang setara dan demokratis
7.     Memperluas partisipasi publik dimana masyarakat dimungkinkan untuk terlibat aktif dalam pengambilan keputusan atau kebijakan pemerintah.
8.     Memperbaiki produktivitas dan efisiensi birokrasi serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

FAKTOR PENENTU UNTUK PENERAPAN KONSEP E-GOVERNMENT

1.       Infrastruktur Telekomunikasi
Dalam pelaksanaan e-Government, salah satu unsur yang penting merupakan infrastruktur telekomunikasi. Peran infrastruktur telekomunikasi dalam penerapan e-Government terutama dapat dirasakan dalam pelayanan publik. Pengembangan infrastruktur dan basis data untuk komunikasi memungkinkan akses langsung ke masyarakat luas.

2.       Tingkat Konektivitas dan Penggunaan TI
Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (Information and Communication Technology / ICT) menjadi sangat penting dalam era globalisasi sekarang ini, karena dapat menembus jarak yang jauh bahkan melampaui batas negara sekalipun. Seiring dengan hal tersebut, saat ini mulai tumbuh dengan apa yang disebut electronic government (e-gov) sebagai implementasi penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam pemerintahan.

3.       Kesiapan SDM
Pengembangan aplikasi e-government memerlukan pendanaan yang cukup besar sehingga diperlukan kesiapan dari sisi sumber daya manusia aparat pemerintahan dan kesiapan dari masyarakat. Pemerintah umumnya jarang yan memiliki SDM yang handal di bidang teknologi informasi. SDM yang handal ini biasanya ada di lingkungan bisnis / industri. Kekurangan SDM ini menjadi salah satu penghambat hnplementasi dari e-government, terutama di negara berkembang.

4.       Ketersediaan Dana dan Anggaran
Pengalokasiai anggaran untuk pengembangan e-government harus dilakukan secara hati-hati dan bertanggung jawab agar anggaran yang terbatas itu dapat dimanfaatkan secara efisiei dan dapat menghasilkan daya ungkit yang kuat bagi pembentukan tata-pamong yang baik. Dengan demikian diperlukan siklus perencanaan, pengalokasian, pemanfaatan dan pengevaluasian anggaran pengembangan e-government yang baik, sehingga pelaksanaan strategi untuk pencapaian tujuan strategis e-government dapat berjalan secara efektif.





5.       Perangkat Hukum
Sebagai salah satu bidang baru dalam pemerintahan, e-Govemment masih miskin dalam hal perangkat hukum, baik pada tingkat nasional maupun daerah. Hingga saat ini transaksi elektronik belum memiliki landasan hukum yang pasti sehingga proses layanan publik melalui transaksi elektronik sulit untuk diterapkan pada e-Government, padahal di sisi teknologi dan kemampuan SDM, tidak sediki yang sudah mampu.

6.       Perubahan Paradigma
Teknologi informasi khususnya web dan email hanyalah sebatas tools, namun yang terpenting dari e-government adalah perubahan paradigma, dari Government Centric menuju Customer Centric sehingga layanan-layanan yang diberikan sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Demikian juga media akses (PC, Mobile Phone, PDA dll) ataupun tempat akses (Kantor, Kampus, Fasilitas Pemerintah, Warnet, Warintek, dll) yang dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat.

HUBUNGAN DALAM E-GOVERNMENT

Ø G2C (Government to Citizens)
Pemerintah membangun dan menerapkan berbagai portofolio teknologi informasi dengan tujuan utama untuk memperbaiki hubungan interaksi dengan masyarakat. Untuk mendekatkan pemerintah dengan rakyatnya melalui kanal-kanal akses yang beragam agar masyarakat dapat dengan mudah menjangkau pemerintahnya untuk pemenuhan berbagai pelayanan sehari-hari.

Ø G2B (Government to Business)
Salah satu tugas utama dari sebuah pemerintahan adalah membentuk sebuah lingkungan bisnis yang kondusif agar roda perekonomian sebuah negara dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Ø G2G (Government to Government)
Meningkatnya kebutuhan bagi Negara-negara untuk saling berkomunikasi secara lebih intens dari hari ke hari tidak hanya berkisar ada hal-hal yang berbau diplomasi semata, namun lebih jauh lagi untuk memperlancar kerjasama anta entiti-entiti negara



Ø G2E (Government to Employees)
Diperuntukkan bagi pegingkatan kinerja dan kesejahteraan para pegawai negeri atau karyawan pemerintah yang bekerja disejumlah institusi pelayanan masyarakat.


ISU DAN MASALAH

Ada   beberapa   hal   yang   menjadi   hambatan   atau   tantangan   dalai pengimplementasian e-Government, diantaranya:
ü Peraturan seputar e-Government yang cenderung masih lemah.
ü Belum adanya pemahaman yang tepat mengenai esensi e-Govemment
ü Ketersediaan infrastruktur.
ü Kultur berbagi (sharing) informasi belum merasuk di Indonesia.
ü Kultur mendokumentasi belum lazim.

























Kamis, 19 Maret 2015

Muse's Matt Bellamy: 'We’re not a bunch of boys who’ve got everything, whinging about nothing'

Chris Wolstenholme, Matt Bellamy and Dominic Howard of Muse
 Muse … Chris Wolstenholme, Matt Bellamy and Dominic Howard. Photograph: John Eder/Mushroom Records
It gets mighty lonely down in the shabby, far-flung resort towns of Devon. Especially in winter, when the sea becomes a slate-grey storm cauldron and the sky an unforgiving slab of Wagnerian gloom. There’s not much for an ambitious young rock trio to do besides pack up and lose themselves in London, or stay behind and pour every last drop of their frustrated, choked-up souls into heart-wrenching, doom-punk epics.
Matthew Bellamy, the 21-year-old guitar-playing frontman with Muse, grew up far removed from fashion-driven metropolitan tastes in the sleepy backwater of Teignmouth. He taught himself slide guitar and piano while listening to Robert Johnson and Ray Charles, before graduating to American post-punk noiseniks like Sonic Youth and Dinosaur Jr. All of which can be heard in the skewed traditionalism of Muse, who fuse strong, achingly melancholic melodies to tumultuous guitar turbulence. These are not Ibizan trance anthems.
“It’s not like I’m not into that music,” Bellamy argues. “I used to go and see bands like the Orb and Orbital every time they came down, and I’ve seen Aphex Twin a couple of times. I was really into all that stuff, but it didn’t speak to me. It did something to me when I was off my face in a club or something, but it didn’t really work at home.”
After Bellamy poached bassist Dominic Howard and drummer Chris Wolstenholme from rival school groups, Muse made their live debut at the age of 16 in a local Battle of the Bands contest. They wore makeup, trashed their gear, incited a stage invasion and won hands down, much to their own surprise.
“From then on it was pretty much downhill,” Bellamy sighs. “I think even now that was the peak in the band’s career. That show was magical and it kept us going for years and years, just remembering what that felt like. It’s taken us years to get even close to what that felt like.”
After striking a deal with a local west country management/studio team, Muse began courting record labels just as the British music industry began downsizing and shedding its rosters in the gloomy post-Britpop lull. Consequently, the trio signed with Australian company Mushroom in the UK and Madonna’s Maverick imprint in the US. This gives them an enviable foothold in the US, where direct American signings tend to receive priority treatment.
With their debut album, Showbiznewly released on both sides of the Atlantic, Muse are committed to touring for the next six months. The record is amazingly assured for novices, full of epic Nirvana-style peaks and nerve-shreddingRadiohead-esque lyrics. But it hardly makes easy listening.
“That’s the sort of stuff that used to make me feel good,” Bellamy insists. “People like Nick Cave – that ridiculous, over-the-top doom, taking it to extremes. I find it uplifting because it’s like someone else is feeling what you’re feeling and putting it into their music. Someone expressing extreme joy is just as valuable, it’s just the fact that they’re expressing their soul through music. But I think the first thing that drives people to express themselves is darkness and depression. Our music can definitely be played in the wrong situations. It’s definitely made for people to watch it live, but I’m not sure if it’s a party-type thing.”
Muse, British pop band
Pinterest
 “I think the first thing that drives people to express themselves is darkness and depression”
Bellamy is wary of seeking easy explanations for the “schizophrenic” sentiments in his songs, but points to his parents splitting when he was 13 and recent family deaths within the band as evidence of genuine trauma.
Advertisement
“I wouldn’t say we’re suburban punks,” he shrugs. “We’re not a bunch of boys who’ve got everything, whinging about nothing. There is definitely substance behind it, but I don’t want to have to go into too much to prove it.”
The new Muse single, Muscle Museum, is yet another howling gloomfest – but with a fruity Mediterranean twist. It sounds, in Bellamy’s words, “like a Greek wedding”, partly because it was conceived during a month-long stay on an Aegean island.
“I just think that music is really passionate,” nods Bellamy. “It has so much feel and flair to it. I’ve spent important times of my life in Spain and Greece, and various deep things happened there – falling in love, stuff like that. So maybe that rubbed off somewhere.”
The song itself is a lusty, exotic perfumed breeze of highly un-British passion. “It’s about how different elements of our being – the soul, the body, whatever – won’t let another element do what it wants to do,” Bellamy explains. “It’s about the conflict of not quite knowing what it is you want. Not just relationship-wise, it could relate to the band as well, about how there are still people who will knock you down even though you are down already.”
It’s a savagely beautiful sadness that these small-town poets have created.
Time to get down with Muse.
© Stephen Dalton, 2000

SEJARAH WEB & BROWSER, SEARCH ENGINE, GOOGLE DRIVE & HOSTING

SELASA, 27 MEI 2008

Asal Mula Web dan Browser

"Web adalah hasil dari sebuah kreasi suatu ruang informasi di mana sumber-sumber daya yang berguna diidentifikasi oleh pengenal global. Web menjadi komoditi yang diperebutkan oleh banyak pihak, sah-sah saja, mengingat salah satu aplikasi Internet yang populer adalah web.

Bahkan Microsoft dan Netscape sama-sama pernah berusaha membuat satu standarisasi web secara de facto. Untunglah, Berners-Lee bersama rekan-rekannya mendirikan World Wide Web Consortium (www.w3c.org) pada bulan Oktober 1994. W3C berhasil mencegah kalangan komersial mengambil-alih web. Kini beragam standarisasi web, seperti versi Hyper-Text Markup Language (HTML) dan Platform for Internet Content Selection (PICS), Cascading Style Sheet (CSS) dan eXtended Markup Language (XML) dirancang-bangun oleh W3C secara independen, tanpa ada tekanan dari manapun.

Kisahnya berawal ketika pada bulan Maret 1989, Berners-Lee, seorang lulusan Universitas Oxford berkebangsaan Inggris, mengajukan proposal tentang suatu sistem berbasis hypertext yang memungkinkan para peneliti fisika bisa berbagi informasi secara efisien dan efektif. Proposal tersebut diberi judul "HyperText and CERN". CERN merupakan nama tempat Berners-Lee bekerja saat itu, yaitu kependekan dari Conseil Europeen pour la Recherche Nucleaire, sebuah laboratorium riset bidang fisika partikel di Jenewa, Swiss. Pada penghujung tahun 1990, sebuah prototipe web berhasil dijalankan di sebuah perangkat komputer NeXT. Saat itu web sudah mengandung line-mode user interface yang disebut sebagai www. Esensi dasar sebuah web telah lahir!

Kemudian pada bulan Mei 1991, interface www tersebut mulai dipasang di mesin CERN dan dapat diakses melalui jaringan. Kemudian untuk pertama kalinya, tepatnya pada bulan Agustus 1991, informasi mengenai web tersebut disebarluaskan melalui newsgroup Usenet di alt.hypertext dan melalui newsletter CERN pada Desember 1991. Pada saat itulah web dan www mulai dikenal secara luas, meskipun masih mengunakan browser line-mode interface. Untuk berpindah dari satu halaman ke halaman lainnya, pengguna harus mengetikkan perintah-perintahnya.

Salah seorang pemerhati perkembangan web dan www tersebut adalah Marc Andreesen, seorang mahasiswa University of Illinois, yang gemar mengutak-atik perangkat keras dan lunak di laboratorium kampusnya, National Center for Supercomputing Applications (NCSA). Kemudian Andreesen bersama rekan-rekannya browser berdasarkan data-data dari CERN. Pada bulan Februari 1993 lahirlah browser graphical user interface (GUI) yang pertama. Informasi mengenai browser yang diberi nama Mosaic tersebut segera disebarluaskan melalui newsgroup. Mosaic merevolusi konsep tentang browser. Mosaic 1.0 secara resmi baru dirilis pada bulan November 1993, dengan menggabungkan berbagai aplikasi Internet seperti www, news, WAIS, e-mail dan tentu saja, kemampuan menampilkan gambar!

Bahkan hyperlink untuk pindah halaman telah berbentuk tulisan biru yang dapat di klik menggunakan mouse. Mosaic pun terjun dalam kiprah komersial. Pada April 1994, Jim Clark, pendiri Silicon Graphics, bersama dengan Andreseen mendirikan Mosaic Communication Corporation, yang kemudian berganti nama menjadi Netscape Corporation. Untuk selanjutnya, Mosaic dikembangkan oleh tim NCSA minus Andreseen, sedangkan Netscape Corporation mengembangkan Netscape. Saat itu, lisensi source code Mosaic, yang diberi kode SpyGlass, bisa ikut dimiliki oleh pihak lain.

Pada Desember 1994, lahirlah browser komersial yang pertama, Netscape 1.0 dari Netscape Corporation. Lantaran menyadari bahwa Netscape tersebut lahir dari dunia pendidikan, Netscape Corporation memutuskan mendistribusikan browser komersial mereka tersebut secara gratis khusus bagi kalangan pendidikan. Strategi ini menjadi kunci penting dalam perolehan pangsa pasar Netscape hingga 80% pada era tersebut.

Microsoft saat itu sedang tertidur pulas. IE 1.0 baru dirilis Agustus 1995, dalam bentuk Windows 95 Plus pack release yang komersial, alias tidak gratis. IE 1.0 tersebut berbasiskan pada source code Mosaic dengan lisensi SpyGlass. Bill Gates seperti tersambar petir ketika menyadari bahwa perkembangan Internet sedemikian pesat dan sedemikian penting, sama pentingnya dengan personal computer (PC) dan sistem operasi. Orang-orang tengah keranjingan Internet. Saat itu browser adalah Netscape.

Dalam sekejap, Bill Gates melakukan mobilisasi Microsoft dan mulai serius mengembangkan IE. Akhirnya, IE 3.0 dirilis pada bulan Agustus 1996 untuk berhadap-hadapan dengan Netscape. Bill Gates tidak mau tanggung-tanggung, mulai dari IE 3.0 tersebut, semua browser IE digratiskan sama sekali dan diikat dalam sistem operasi Windows. Hal tersebutlah yang akhirnya memicu perang browser, pengadilan anti-monopoli Microsoft dan runtuhnya dinasti Netscape.

Asal mula terbentuknya search engine google

Google tak hanya unik dari asal katanya. Google pun memiliki latar belakang sejarah yang unik.

Google lahir dari sebuah pertemuan dua pemuda yang terjadi secara tidak sengaja pada tahun 1995 lalu. Larry Page, alumnus Universitas Michigan (24), yang sedang menikmati kunjungan akhir pekan, tanpa sengaja dipertemukan dengan Sergey Brin, salah seorang murid (23) yang mendapat tugas mengantar keliling Lary.

Dalam pertemuan tanpa sengaja tadi, dua pendiri Google tersebut sering terlibat diskusi panjang. Keduanya memiliki pendapat dan pandangan yang berbeda sehingga sering terlibat perdebatan. Namun, perbedaan pemikiran mereka justru menghasilkan sebuah pendekatan unik dalam menyelesaikan salah satu tantangan terbesar pada dunia komputer. Yakni, masalah bagaimana memperoleh kembali data dari set data masif.

Pada Januari 1996, Larry dan Sergey mulai melakukan kolaborasi dalam pembuatan search engine yang diberi nama BackRub. Setahun kemudian pendekatan unik mereka tentang analisis jaringan mengangkat reputasi BackRub. Kabar mengenai teknik baru mesin pencari langsung menyebar ke penjuru kampus.

Larry dan Sergey terus menyempurnakan teknologi Google sepanjang awal 1998. Keduanya juga mulai mencari investor untuk mengembangkan kecanggihan teknologi Google.

Gayung pun bersambut. Mereka mendapat suntikan dana dari teman kampus, Andy Bechtolsheim, yang merupakan pendiri Sun Microsystems. ''Kami bertemu dengan Andy pada pagi buta, di serambi asrama mahasiswa fakultas Stanford, di Palo Alto,'' ujar Sergey. ''Kami memberikan demo secara singkat karena Andy tak memiliki waktu yang cukup lama. Lalu, dia hanya berkata, 'Mengapa tidak aku tulis cek untuk kalian?''

Sebuah cek senilai 100 ribu dolar AS diberikan oleh Andy Bechtolsheim. Sayangnya, cek itu tertulis atas nama perusahaan Google. Padahal saat itu perusahaan bernama Google belum didirikan oleh Sergey dan Larry.

Investasi dari Andy menjadi sebuah dilema. Larry dan Sergey tak mungkin menyairkan cek selama belum ada lembaga legal yang bernama perusahaan Google. Karena itu, dua pendiri Google ini kembali bekerja keras dalam mencari investasi. Mereka mencari pendana dari kalangan keluarga, teman, dan sejawat hingga akhirnya terkumpul dana sekitar 1juta dolar. Dan akhirnya, perusahaan Google pun dapat didirikan pada 7 Septembar 1998 dan dibuka secara resmi di Menlo Park, California.

Penamaan Google
Nama Google dengan dua 'o' pun unik. Sebab, jika data hasil pencarian ditemukan, jumlah 'o' akan muncul sebanyak web yang didapat oleh mesin pencari.

Kata Google berasal dari kata googol. Kata ini berhasil diciptakan oleh Milton Sirotta, keponakan Edward Kasner, seorang ahli matematika dari AS. Sirotta membuat istilah googol untuk menyebutkan angka satu (1) yang diikuti 100 angka nol (0).

Luar biasa. Googol merupakan kata yang menunjukkan sebuah bilangan yang sangat besar jumlahnya. Bilangan yang melebihi bilangan miliar atau triliun. Dan di alam semesta ini tak ada benda yang berjumlah hingga googol-an. Tidak itu bintang, tidak itu partikel debu, dan tak pula atom.

Karena itu, penggunaan kata Google merupakan refleksi dari kata googol. Dengan kata tersebut, Google berusaha merefleksikan dirinya sebagai perusahaan yang memiliki misi mengelola sesuatu yang sangat luas dan tak terbatas. Dan itu hanya terdapat pada dunia saiber tempat informasi melimpah tanpa batas.


Google Jadi Tempat Tujuan Kerja Terbaik Kedua Dunia

google, kerja
Perusahaan teknologi papan atas sudah tersohor memiliki lingkungan kerja yang menyenangkan. Tahun ini Google terpilih sebagai tempat terbaik kedua di dunia. Laporan itu dikeluarkan oleh Great Places To Work yang menggelar survey ini setiap tahun.
Raksasa mesin pencari yang memiliki 34 ribu karyawan ini menjadi jawara karena memiliki penilaian positif yang tinggi. Para karyawannya mengaku merasakan kantor Google seperti rumah mereka sendiri. Setiap karyawan di sana juga memiliki hasrat bekerja yang tinggi serta memberikan usaha terbaiknya.
Kriteria penilaian ranking ini berdasarkan pada survei karyawan dikombinasikan dengan audit kebijakan perusahaan dan praktek di lapangan. Para perusahaan yang masuk daftar telah menciptakan 120 ribu lapangan kerja baru.
“Para perusahaan itu telah mengembangkan budaya kerja yang sejajar dengan bisnis mereka,” kata Robert Levering, pendiri Great Places To Work. “Mereka mendorong inovasi dan mendukung karyawan mereka baik secara pribadi dan profesional serta prestasi yang pantas untuk diakui.”
Microsoft yang sebelumnya kerap menjadi jawara berada di peringkat kelima meski karyawannya menggambarkan sebagai “pekerjaan impian”. Sedangkan Intel ada di urutan ke-15 dan Cisco posisi 20. Untuk kategori panganan ada Pepsi (11) McDonalds (20) dan Mars (24), sedangkan Coca Cola terdepak dari daftar.
Berikut daftar 10 tempat tujuan kerja terbaik di dunia:
  1. SAS Institute
  2. Google
  3. NetApp
  4. Kimberly-Clark
  5. Microsoft
  6. Marriott
  7. Federal Express (FedEx)
  8. W.L. Gore & Associates
  9. Diageo
  10. Autodesk

Google Jadi Tempat Tujuan Kerja Terbaik Kedua Dunia | makinseru 4.5

GOOGLE DRIVE
Google Drive Pengertian dan Fungsinya
 - Google Drive adalah layanan penyimpanan yang dimiliki oleh google. Google Drive ini sebenarnya sudah lama dilunjurkan yaitu sejak 24 April 2012 yang lalu. Pengguna google drive akan mendapatkan layanan penyimpanan gratis sebesar 5 GB. Google Drive merupakan perubahan dari Google Docs, jika sobat membuka google docs maka akan diredirect ke google drive.

Fungsi dan Keuntungan Google Drive

Google Drive memiliki fungsi layaknya Dropbox yaitu sinkronisasi data dari PC anda, jadi sobat bisa membuat dan berbagi data dan dokumen di google drive tersebut. Selain itu sobat juga bisa mengakses data file dari mana saja di rumah ataupun di kantor dengan terhubung dengan internet pastinya.

Keuntungan lainnya yaitu Google Drive telah terintegrasi dengan layanan google liannya diantaranya gmail, Gplus, google search dan lainnya.

Jika sobat ingin mencoba google drive ini silahkan langsung menuju drive.google.com lalu loginlah menggunakan Email sobat agar sobat bisa menggunakan Google Drive. Nanti akan tampil seperti gambar dibawah jika google drive sobat sudah diaktifkan, namun jika belum silahkan tunggu pemberitahuan dari google ke email sobat,

HOSTING
Kata hosting sangat sering kita dengar jika menggunakan internet. Karena istilah hosting ini cukup erat kaitanya dengan informasi yang disampaikan melalui sebuah website/blog.
Definisi hosting adalah sebuah layanan di Internet yang menyediakan ruang data untuk diakses secara mudah melalui jaringan komputer. Hosting memungkinkan perusahaan atau individu menempatkan data atau informasinya dalam sebuah komputer server yang dimiliki oleh penyedia layanan yang kemudian dihubungkan dengan internet nonstop 7x24 jam. Informasi atau data ini dapat diakses oleh si pemilik kapanpun dan dimanapun dengan mengikuti segala ketentuan yang diberlakukan oleh pihak penyedia.
Sebuah hosting juga menyediakan layanan dan fitur htttp (hyper text transfer protocol) yang digunakan untuk mempublikasi informasi yang ada didalamnya, email yang digunakan untuk berkomunikasi surat menyurat melalui internet, FTP (file transfer protocol) yang digunakan untuk mengirim dokumen ke server hosting, database yang digunakan untuk menyimpan sekumpulan data dengan format tertentu, web server yang digunakan untuk memberikan layanan informasi yang bisa diakses menggunakan browser dan beberapa fitur lainya seperti DNS, POP3, SMTP, Web Mail, dan Cpanel.
Layanan hosting ini terdiri dari beberapa jenis seperti shared hosting, vps dll. Untuk lebih lanjut anda bisa baca Jenis-jenis Hosting.
Semoga bermanfaat
Zainal Hakim
- See more at: http://www.zainalhakim.web.id/definisi-hosting.html#sthash.rcxgZ5VN.dpuf